Selasa, 18 Oktober 2011

Batik Magelang

Di halaman samping rumah bercat orange di tepi jalan Magelang-Jogja, ternyata ada beberapa gazebo berbentuk Joglo yang digunakan sebagai tempat belajar baik membatik, melukis maupun kaligrafi untuk anak-anak. Ketika kemarin sore saya berkunjung ke sana, tercium aroma malam yang khas dan menyengat hidung. Ternyata ada puluhan anak-anak perempuan yang ternyata adalah siswa-siswi dari SMK 1 Tempel, Sleman, Jogjakarta yang sedang melakukan kegiatan ekstrakurikuler membuat batik tulis.
Mereka asyik memainkan canting untuk nyiduk malam dan kemudian mencoretkannya diselembar kain yang ada di depan mereka. Di bagian lain ada yang membuat gambar pola batik dengan menggunakan pensil, serta ada pula yang memberikan pewarnaan.
Itulah yang terjadi pada Jum’at sore (5/3/2010) di sebuah sanggar belajar batik di tepi jalan perbatasan Magelang-Jogja. Setiap kali saya melewati jalanan Magelang-Jogja, tepatnya di daerah Salam, sebenarnya saya sudah sering membaca tulisan di papan nama yang menyebutkan bahwa tempat itu merupakan tempat belajar membatik dan membuat kaligrafi.
Namun baru Jum’at kemarin saya berkesempatan memasuki area tersebut. Meski sebenarnya rumah itu adalah rumah seorang teman yang hampir tiap hari ketemu karena memang satu kantor.
Selama ini memang rumah tersebut digunakan sebagai sebuah sekretariat sebuah organisasi yang bernama FORNAMA (Forum Nahdliyin Magelang). Sebuah organisasi nirlaba yang banyak memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak melalui program beasiswa dan pengembangan ketrampilan non akademis. Salah satunya adalah ketrampilan membatik tersebut. Menurut, Bapak Soedarto, Ketua FORNAMA sekaligus pemilik rumah, ini (aktivitas belajar membatik) belum lama dilaksanakan, saat ini baru bekerja sama SMK N 1 Tempel Sleman tersebut untuk mewadahi dan mengembangkan minat-bakat siswa. Disini juga disediakan guru khusus yang memiliki kemapuan membatik, bukan dari Solo atau Jogja melainkan orang asli Magelang yang pernah nyantrik mbatik. Selain belajar membuat gambar motif dan menorehkan malam diatas kain, juga belajar bagaimana memberikan pewarnaan dan juga diajarkan bagaimana “ngunci” warna agar tidak larut ketika dicuci atau dilorot
Motif batik yang diajarkan memang lebih cenderung motif Jogja klasik. Magelang sendiri memang selama ini belum banyak tergali apakah memiliki motif batik khas atau tidak sebab secara geografis dan geopolitik, dulunya kawasan Magelang dan Kedu Raya memang wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan yang berbasis di Jogja, seperti Mataram Kuno maupun Mataram Islam.
Bagi sampeyan-sampeyan yang tertarik belajar atau berkunjung ke sanggar pasinaon batik Magelang ini bisa langsung meluncur ke sana karena tempatnya mudah ditemukan di Jalan Magelang-Jogja kawasan Kec. Salam Magelang atau bisa ngontak saya dan saya akan antarkan ke sana tanpa saya pungut biaya serupiah pun. Tapi kalo pun mau ngasih saya juga nggak nolak…

http://kaumbiasa.com/sanggar-pasinaon-batik-magelang.php

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar